Morning Saturday!!
Just want to say that i'm no longer write here . 'cause i move on to Here. So, Keep follow and read my blog ya! :)
*LoveLove*
CHAE
Keep your head up high, Beautiful :)
Bismillahirrahmanirrahim
Ya Allah, Increase My Knowledge [Quran 20:114]
Saturday, 18 October 2014
Saturday, 26 April 2014
Mengundangmu ke imajinasiku
Aku tidak peduli jika ini hanya mimpi asalkan aku bisa merasakannya.
Mimpi saat aku bertemu denganmu, adalah mimpi terpanjang dan terindah yang pernah kumiliki.
Waktu sesaat saat aku bersamamu, adalah segalanya yang kupunya.
Tapi saat itu aku tak bisa berhenti.
Aku tahu seharusnya aku bangun dari mimpi panjang itu.
Namun aku terlalu terlelap untuk menyadari bahwa aku sedang bermimpi.
Sebagai seseorang yang terbiasa bermimpi, akupun terbiasa berharap dan terlalu tinggi untuk menerbangkan mimpi itu.
Mimpi yang membuatku terus menunggu untuk kenyataan yang sama persis dengan mimpi itu.
Dan akupun sudah terbiasa menunggu, dan terbiasa menangis.
Mungkin jika mimpi itu disebut bunga tidur, seharusnya bunga itu tidak pernah tumbuh dalam tidurku.
Karena bunga tidak akan pernah mekar di hatiku yang gelap dan tandus.
Bahkan bunga yang kusiapkan untukmu pun layu bersama dengan mimpi-mimpi itu.
Seharusnya tidurku hanya diisi oleh angin kosong, karena hanya angin kosong lah yang mengisi hatiku yang dingin dan tertutup.
Saat aku terbangun dengan gelas yang ada disampingku, aku tersenyum sedikit dan mengosongkan gelas itu.
Sekali lagi aku mencoba mengundangmu masuk ke dalam imajinasiku.
Bisakah kau kembali?
Kau adalah kenangan terindahku.
Biarpun sesuatu melukai kenangan itu, kau tetap orang yang kucintai.
Karena aku akan melindungi kenangan indah ini dengan sampul cintaku.
Tapi aku tidak ingin diingat lewat lirik lagu sedih.
Ingatlah aku seperti hari itu.
Mimpi saat aku bertemu denganmu, adalah mimpi terpanjang dan terindah yang pernah kumiliki.
Waktu sesaat saat aku bersamamu, adalah segalanya yang kupunya.
Tapi saat itu aku tak bisa berhenti.
Aku tahu seharusnya aku bangun dari mimpi panjang itu.
Namun aku terlalu terlelap untuk menyadari bahwa aku sedang bermimpi.
Sebagai seseorang yang terbiasa bermimpi, akupun terbiasa berharap dan terlalu tinggi untuk menerbangkan mimpi itu.
Mimpi yang membuatku terus menunggu untuk kenyataan yang sama persis dengan mimpi itu.
Dan akupun sudah terbiasa menunggu, dan terbiasa menangis.
Mungkin jika mimpi itu disebut bunga tidur, seharusnya bunga itu tidak pernah tumbuh dalam tidurku.
Karena bunga tidak akan pernah mekar di hatiku yang gelap dan tandus.
Bahkan bunga yang kusiapkan untukmu pun layu bersama dengan mimpi-mimpi itu.
Seharusnya tidurku hanya diisi oleh angin kosong, karena hanya angin kosong lah yang mengisi hatiku yang dingin dan tertutup.
Saat aku terbangun dengan gelas yang ada disampingku, aku tersenyum sedikit dan mengosongkan gelas itu.
Sekali lagi aku mencoba mengundangmu masuk ke dalam imajinasiku.
Bisakah kau kembali?
Kau adalah kenangan terindahku.
Biarpun sesuatu melukai kenangan itu, kau tetap orang yang kucintai.
Karena aku akan melindungi kenangan indah ini dengan sampul cintaku.
Tapi aku tidak ingin diingat lewat lirik lagu sedih.
Ingatlah aku seperti hari itu.
Saturday, 16 November 2013
Pergi.
Sudah 3 tahun semenjak kepergiannya. Tapi Nida tetap saja tidak
bisa melupakan senyuman terakhir yang diberikan oleh kekasih lamanya. Ia hanya
tidak menyangka kenapa semua ini begitu cepat berlalu, tanpa kisah yang
sinopsisnya pun tidak ia ketahui.
Nida sudah cukup sibuk sebenarnya dan bisa
saja mudah melupakannya. Namun rasa itu muncul kembali saat ia penasaran dan
memilih untuk membuka akun facebook kekasih lamanya. Ia melihat foto-foto yang
diunggah oleh kekasih lamanya. Di beberapa foto, Nida melihat senyum itu lagi.
Senyum yang sudah lama tidak ia lihat dan ia buat. Senyum yang dulu selalu
kekasih lamanya beri untuk Nida seorang. Kini hanya melayang-layang di udara
tanpa bisa pergi.
"Nida.... Liat apa?"
"Ha? Ngga liat apa-apa kok😅"
Asta -- kawan barunya di kampus. Ia yang
selalu menemani Nida kemanapun dengan motor maticnya yang berwarna biru,
seperti warna kesukaan Nida. Asta juga yang memberi obat-obat penyembuh rasa
kegalauan Nida kepada siapapun. Tapi Asta tidak pernah mengetahui kalau ia masih
menyimpan rasa yang mendalam kepada kekasih lamanya. Asta hanya tau Nida sering
kali homesick dan menangis sendiri di kamar kostan.
"Homesick lagi?"
"Ngga kok, Ta. Cuma lagi liat
info-info lomba kayanya seru nii. Coba deh kamu liat!"
Nida menutup laman facebooknya dan langsung
membuka laman info yang memang sedari tadi dibuka tapi hanya dianggurin saja.
"Wah lomba essai nii. Ke turki pula.
Ikut Da!!"
"Ah engga lah, aku masih belum bagus
membuat essai hehe"
"Bagus apa ga bagusnya kan urusan
belakangan, Da. Yang penting kamu coba daftar aja dulu ya!"
"Ngga ah, Ta. Aku malu kalo tulisan ku
nantinya malah diketawain."
"Loh kenapa diketawain? Emang kamu tau
siapa yang ketawain kamu?"
"Ngga sii...😔"
"Nah yaudah kalo gitu, kamu daftar
ya"
Asta langsung membuka link essai tersebut
dan mencantumkan nama Nida sebagai peserta lombanya. Tak disangka, ternyata
sebelum Nida memberi tau link ini, Asta sudah mengetahuinya lebih dulu. Dan ia
mau memberi tau Nida, tapi ternyata Nida sudah tau lebih dulu.
"Cuacanya bagus...."
"Iya, Ta. Bagus banget"
"Keluar yuk, kita serabian. Udah lama
juga ga makan serabi, pasca UTS"
"Yuk, kamu yang traktir ya
hahaha"
"Iya aku traktir. Yuk!"
Mereka pergi menuju tempat penjual serabi
yang tidak hanya berjualan serabi, tapi juga pisang bakar dan roti bakar.
Tempat favorite mereka karena itu juga makanan favorite mereka. Asta juga
selalu mengajak Nida kesana kalau Nida sedang galau. Dan, Asta tau kalau Nida
memang lagi galau. Tidak salah lagi. Ekspresi yang Nida tampilkan beda kalau
Nida sedang ceria dan tidak ada masalah. Asta seakan tau mana Nida yang galau
dan mana Nida yang ceria.
"Nida kenapa? Kok wajahnya mendung
gitu?"
"Mendung? Emangnya aku awan?"
"Iya, kamu itu awan di hati aku. Kalau
kamu menampakan awan yang berwarna putih, biru, maka hati akupun ceria.
Tapiiiiii kalau kamu nampakin awan yang warna abu-abu, apalagi hitam, maka hati
akupun akan jadi hitam, ga karuan. Petir disana-sini"
"Hahaha Asta gombal banget. Apaan sii,
Ta. Aku cuma lagi homesick aja..."
"Homesick?"
"Iya... Homesick"
"Tapi tadi kamu bilang ga homesick.
Kangen someone ya?"
Tembakan Asta seakan tepat langsung
mengenai hati Nida yang paling dalam. Asta tau Nida yang bohong dan Nida yang
jujur. Nida membeku, tidak bisa berkata. Asta pun begitu. Mereka berdua tampak
kaku. Nida hanya mengaduk-ngaduk minumannya dengan sedotan. Sedangkan
Asta hanya memainkan handphonenya.
"Nida.... Kenapa ga pernah cerita
kalau kamu punya someone special?"
Pertanyaan yang terlontar pertama kali
semenjak kejadian yang membekukan mereka itu tambah membuat Nida salah tingkah.
Nida tidak ingin mengecewakan Asta yang sudah kepalang baik dengannya. Nida
juga ga ingin kehilangan Asta kalau seandainya Asta tau, Nida masih menyimpan
sesuatu yang mendalam yang bahkan Nida ga berani bilang itu apa.
"Asta, someone special aku itu kamu.
Kamu yang bikin aku special di dunia ini. Dan aku lagi mencoba membuat kamu
juga special"
...................................................................
"Di hati aku"
Ucapan Nida yang begitu spontan, membuat
Asta, bahkan dirinya sendiri terkejut.
"Maksud aku, di hati bagian
persahabatan dan keluarga. Iya, aku anggep Asta itu special sebagai sahabat dan
sudah menjadi bagian dari keluarga Nida"
"Sekedar itu, Da?"
"Iya😊"
Tanpa ragu menjawab pertanyaan Asta. Awan
mendung kini berbalik menjadi milik Asta. Asta kecewa kenapa hanya sekedar
persahabatan dan keluarga. Asta sudah menyukai Nida sejak pertama mereka
bertegur sapa. Ucapan Nida, suara Nida, senyum Nida, akhlak Nida, tingkah laku
Nida, semuanya sangat mengesankan Asta. Mereka sudah lama bersama. Asta pun
sering mengirimkan sinyal-sinyal cinta untuk Nida. Tapi sepertinya Nida tidak
peka. Atau, memang Nida tidak menyukai Asta, dan Asta bukan tipe cowok
idealnya.
***
Hari-hari berlalu semenjak kejadian di
tempat serabi itu. Kini Nida dan Asta terkesan menjaga jarak satu sama lain.
Hal terakhir yang dibicarakan Asta kepada Nida ialah,
"Aku ga ngerti kenapa kamu tiba-tiba
ngomong kaya gini. Tapi sekarang aku ngerti, aku paham, aku hatam kenapa kamu
daritadi galau gini. Sepertinya bukan karena aku someone special kamu. Tapi
jauh disana, ada someone very special in your heart and you can't live
without"
"Aku emang gapernah ngomong kalau aku
suka sama kamu, tapi aku kira dengan sikap-sikap kamu selama ini, kamu baik
sama aku, kamu care sama aku, kamu welcome sama aku, aku anggep kamu emang
orang yang tepat buat aku dan sebaliknya. Tapi ternyata aku salah"
Nida langsung dihujani perkataan-perkataan
itu. Nida bingung harus berbuat dan berkata apa, hanya air mata yang menjawab.
Tapi sebelum Asta pergi setelah mengantarkan Nida tepat di depan kostnya, Nida
hanya berpesan.
"Maaf selama ini kamu salah paham sama
semua tingkah laku aku ke kamu. Tapi aku ga pernah nyuruh kamu buat kaya gini
sama aku. Aku pikir kamu ikhlas dan emang mau nerima aku jaadi temen kamu. Tapi
lantas, perkataan seperti itu saja membuat kamu kecewa dan langsung menghujamku
dengan kata-kata seperti itu. Terima kasih untuk selama ini kebaikan-kebaikanmu"
Nida sadar, masa lalu seharusnya sudah ia
kubur dalam-dalam dan tidak lagi menggalinya kembali untuk hanya menemukan dan
membuktikan bahwa hatinya memang terbawa bersama masa itu.
Masa lalu yang seharusnya tidak menjadi
bumerang di masa yang sekarang.
Masa lalu yang seharusnya menjadi
pengalaman dan pembelajaran, malah kembali membuat Nida kehilangan orang yang
special.
Dan kejadian masa lalu yang seharusnya
tidak terulang lagi, tapi Nida seperti jatuh di lubang yang sama untuk kedua
kalinya. Nida baru sadar saat kehilangan orang yang sudah sangat melekat di
kehidupannya sehari-hari, Asta.
Follow me on twitter
Friday, 28 December 2012
Harvest Moon : Back To Nature
Bonjour!!!!!!!!!
Adakah para gamers disini?
Saya ingin berbagi tentang HarvestMoon nii! udah pada tau kan? Yap! Permainan ini emang enjoy banget buat dimainin kalo lagi boring. Haha udah pada maenin belom sii? Itu seru loh! Kalian cuma harus bersosialisasi sama warga sekitar dan cari pasangan kamu! Caranya? Gampang! Kasih aja barang2 kesukaan mereka. Misalnya,
Gray : Mayonaise, Cheese, Wine, All about Stone, and All about Curry.
Cliff : Grape Juice, Pickled Turnip.
Doctor : Bamboo Shoot, Egg, Milk, Mayonaise, Cheese.
Rick : Egg, Spa-Boiled Egg.
Karen : Wine, Mayonaise, Cheese, Truffle.
Popuri : Egg, Scrambled Egg.
Mary : Dia agak aneh, suka sama makanan2 yang dangerous, dan bunga2 liar haha
Elli : Chocolate.
Ann : Chocolate, Egg.
Adakah para gamers disini?
Saya ingin berbagi tentang HarvestMoon nii! udah pada tau kan? Yap! Permainan ini emang enjoy banget buat dimainin kalo lagi boring. Haha udah pada maenin belom sii? Itu seru loh! Kalian cuma harus bersosialisasi sama warga sekitar dan cari pasangan kamu! Caranya? Gampang! Kasih aja barang2 kesukaan mereka. Misalnya,
Gray : Mayonaise, Cheese, Wine, All about Stone, and All about Curry.
Cliff : Grape Juice, Pickled Turnip.
Doctor : Bamboo Shoot, Egg, Milk, Mayonaise, Cheese.
Rick : Egg, Spa-Boiled Egg.
Karen : Wine, Mayonaise, Cheese, Truffle.
Popuri : Egg, Scrambled Egg.
Mary : Dia agak aneh, suka sama makanan2 yang dangerous, dan bunga2 liar haha
Elli : Chocolate.
Ann : Chocolate, Egg.
Saturday, 24 March 2012
Broken Home
Tau ga kaya apa rasanya kesepian? Sepi, sunyi, sedih, galau, gada temen.. there's no one knew my feel. I feel soooooooooooo lonely. I don't have friends.. I don't have the person who make me smile like first. Semuanya udah pergi. No one love me more, now. I'm disappointed. Why you all don't know me?!!!!! Pleaseeeee, understand me. Gue sedih.. gue butuh temen. Kangen sama suasana rumah yang dulu yang selalu rame :( Kangen sama kakek yang baikkkkkkkkkk banget sama gue. Tapi kenapa dia pergi duluan ninggalin gue sendiri disini :'(
Follow twitter @syifasc
Follow twitter @syifasc
Galau
Kangen banget sama suasana SMP dulu. Terlalu banyak kenangan yang dibuat disana sama temen2.. sama mantan.. guru2 juga. Andai ya kantong doraemon itu bukan mitos, pasti gue udah beli itu dan langsung nyari pintu kemana saja atau apapun yang bisa buat gue balik ke masa lalu cuma buat ngintip kaya apa gue dulu, dan sekaligus buat ngobatin rasa rindu gue. Actually, gue sebenernya kurang begitu kangen sama suasananya.. tapi gue kangen itu sama hmmmmm m-a-n-t-a-n. Jujur aja gue sampe sekarang belom bisa ngelupain dia. Sebanernya sii udah hampir move on, tapi mungkin karena cowo yang lagi gue suka sekarang ini keliatannya kurang begitu serius, jadi gue ragu move on. Dan alhasil masih ke inget sama dia.
Dari duulu kekurangan gue itu kalo cerita pasti gapernah bisa nutup cerita itu haha so, sekian aja deh. Thanks banget kalo udah mau baca blog gue ini. :) bye. Follow gue di twitter
Dari duulu kekurangan gue itu kalo cerita pasti gapernah bisa nutup cerita itu haha so, sekian aja deh. Thanks banget kalo udah mau baca blog gue ini. :) bye. Follow gue di twitter
If This Was A Movie - Taylor Swift (Lyric)
Single baru Taylor Swift ini cukup nyentuh banget di hati gue, makanya gue mau bagi2 ke kalian semua supaya hati sedih ini berkurang jadi setengah.
So, Check this out!
So, Check this out!
Last night I heard my
own heart beating Sounded
like footsteps on my stairs Six
months gone and I'm still reaching Even
though I know you're not there I
was playing back a thousand memories baby Thinkin
bout everything we've been through Maybe
i've been going back too much lately When
time stood still and I had you Come
back come back come back to me like You
would you would if this was a movie Stand
in the rain outside til I came out Come
back come back come back to me like You
could you could if you just said you're sorry I
know that we can work it out somehow But
if this was a movie you'd be here by now I
know people change and these things happen But
I remember how it was back then Locked
up in your arms and our friends are laughing Cause
nothing like this ever happened to them Now
I'm pacing down the hall Chasing
down your street Flashback
to the night when you said to me Nothings
gonna change not for me and you Not
before I knew how much I had to lose Come
back come back come back to me like You
would you would if this was a movie Stand
in the rain outside til i came out Come
back come back come back to me like You
could you could if you just said you're sorry I
know that we can work it out somehow But
if this was a movie you'd be here by now If
you're out there if you're somewhere if you're moving on I've
be waiting for you ever since you've been gone I
just want it back the way it was before And
i just wanna see you back at my front door And
i'd say Come
back come back come back to me like You
would before you said its not that easy Before
the fight before i locked you out But
i'd take it all back now Come
back come back come back to me like You
would you would if this was a movie Stand
in the rain outside til i came out Come
back come back come back to me like You
could you could if you just said you're sorry I
know that we could work it out somehow But
if this was a movie you'd be here by now You'd
be here by now It's
not the kind of ending you wanna see now Baby
what about the ending Oh
i thought you'd be here by now oh ohh ohh ohh That
you'd be here
Subscribe to:
Posts (Atom)